iqra'

Remember, every single deed you have done will be written. Even the smallest one!

Thursday, April 18, 2013

muslim! manfaatkan hidupmu!

minggu ini, aku rasa hati aku semakin gelap.. kedua2 usrah ku dibatalkan.. hatiku rasa tak tenang.. maka, pagi jumaat, aku pun, meghidupkan radio dan memilih radio ikim untuk memberi makanan kepada rohani ku.. 

di saat itu, topik yg dibicarakan ialah mengenai hidup mulia, mati mulia dan insyaAllah Allah akan beri kemuliaan kepada kita diakhirah.. aku tak dapat menahan lagi air mataku apabila kisah2 sahabat didengari.. berikut antara kisah 3 sahabat yang sempat ku pindahkan kedalam blog ni.. harap memberi manfaat dan dapat sedar betapa hidup kita telah dipersiakan tidak seperti mereka..


Syahidnya Abdullah bin Jahsy

 Abdullah bin Jahsy adalah antara sahabat yang syahid dalam perang Uhud.
 Di dalam perang ini Abdullah bin Jahsy dan Saad bin Waqqash r.a telah berdoa di sebuah tempat yang agak terpencil. 

 Doa Saad bin Waqqash r.a: “Ya Allah, pertemukanlah aku dengan musuh yang paling buas dan jahat. Aku akan melawannya dan berilah aku kemenangan” 

 Abdullah bin Jahsy mengaminkan doa seraya menambah: 

 “Ya Allah, pertemukanlah aku dengan musuh yang jahat dan buas. Aku akan melawannya dan aku tewas ditangannya. Dia kemudian memotong hidung dan telingaku” 

betapa abdullah bin Jahsyi mahu anggota badannya dikorbankan supaya di akhirat kelak, jikan Allah bertanya, apakah yg kau telah lakukan dengan anggotamu, 
dia ingin sekali menjawab. aku telah menggunakan anggota badan ku untuk mempertahankan agamaMu yaAllah!!

 Ketika perang Uhud berakhir, ternyata Allah memakbulkan doanya. 
Para sahabat menemukan jasadnya tewas sepertimana doanya. 
Hidung dan telinganya buntung dan tubuhnya digantung dengan seutas tali. 
Allah SWT memuliakan nya dengan pahala syahid bersama Hamzah bin Abdul Muttalib r.a. Keduanya tewas dan dimakamkan didalam satu kubur. Air mata Rasulullah telah membasahi kubur mereka menambah harumnya darah syahid yang melumuri jasab mereka. 
Semoga mereka dirahmati. Amin 


 Qatadah 

 Ketika terjadi Perang Badar, Umat Islam sempat dalam posisi sangat terdesak.
 Kerana itu, beberapa sahabat memagari tubuh Rasululah SAW agar tidak diserang musuh. Salah satu sahabat, prajurit islam ada yang bernama Qatadah. Qatadah memeluk erat tubuh Rasulullah SAW. 
Namun matanya terkena anak panah hingga terlepaslah bola matanya ke tanah

 Kisahnya: 
Pada awalnya dalam perang tersebut umat islam telah menang. Namun, karena pasukan pemanah yang ada di atas bukit telah mengabaikan perintah Rasulullah SAW, akhirnya keadaan menjadi berbalik. Umat Islam terdesak. Pasukan pemanah umat islam di atas bukit turun karena tergiur dengan harta benda yang berserakan di bawah bukit.
Amanat Rasul pun dilanggar oleh mereka. Pada saat itulah Pasukan kafir menghujani anak panah hingga banyaklah pasukan islam yang tewas kala itu. Tak luput pula, 

Rasulullah SAW menjadi sasaran anak panak pasukan musuh. 

 Pasukan Khusus Menyerbu Rasulullah SAW. Bersamaan dengan itu pula, ada sebuah pasukan khusus yang datang menyerbu Rasulullah SAW sehingga wajah dan bibir Beliau tergores oleh pedang musuh. Prajurit muslim yang mengetahui hal itu, segera saja berkumpul mengelilingi tubuh Rasulullah SAW. Ada 2 orang sahabat yang memeluk tubuh Rasulullah dari depan dan belakang. 
Dua orang tersebut bernama Abu Dujanah dan Qatadah. Abu Dujanah yang merangkul Rasulullah dari depan terkena sabetan pedang beberapa kali hingga tubuhnya bersimbah 
darah. 

Sedangkan Qatadah sendiri yang memeluk Rasul dari arah belakang telah terkena anak panah salah satu matanya hingga bola matanya keluar. Darah pun menyembur keluar dari mata dan Qatadah berkata, "Wahai Rasulullah, mataku....mataku..." 

 Anak Panah Menancap di Mata. Dengan cepat Rasulullah mengambil bola mata yang keluar tersebut dan memasangnya kembali ke tempatnya seraya berdoa, 

"Ya Allah, lindungilah mata Qatadah sebagaimana ia telah melindungi Nabi-Mu. Kembalikan matanya hingga lebih elok dan lebih tajam."


Mus'ab Bin Umair



 Dalam perang Uhud Mus’ab diberi kepercayaan oleh Rasulullah (SAW) sebagai pembawa bendera pasukan. Peperangan berlangsung dengan sengit. 

Pada mulanya pasukan kaum muslimin menguasai keadaan namun ketika pasukan pemanah yang ditugaskan untuk bertahan diatas bukit melanggar perintah kerana melihat begitu banyaknya harta rampasan perang yang ditinggalkan di hadapan mereka, keadaan menjadi berubah sebaliknya.

 Tanpa diduga pasukan kafir yang dipimpin Khalid bin Walid yang waktu itu belum memeluk Islam membuat serangan mengejut dari sebalik bukit sehingga pasukan kaum muslimin menjadi kucar-kacir.

 Mus’ab sungguh terkejut. Ia sangat bimbang akan keselamatan Rasulullah (SAW). Jika Rasulullah (SAW) terbunuh di perang tersebut bagaimana nasib ajaran Islam yang baru saja berkembang itu ? 

 Lalu iapun segera menjerit 
“ Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang Rasul yang sebelumnya telah didahului oleh beberapa Rasul ” 

sambil mengibarkan bendera dengan tinggi dan bertakbir lalu menyerang musuh dengan gagah berani. Namun kemudian pihak musuh berjaya menetak tangannya hingga putus. Mus’ab segera memindahkan bendera ke tangan kirinya namun kali inipun ia tidak berjaya mengelak serangan lawan sehingga tangan kirinya juga ditetak pedang musuh. Mus’ab segera membongkok kearah bendera lalu dengan kedua pangkal lengannya diangkatkan ke dada sambil terus bertakbir. 

Namun kali ini lawan menyerangnya dengan menusukkan tombak ke dada Mus’ab. Mus’ab pun gugur sebagai seorang syuhada’ yang gagah berani. Ironiknya, wajah Mus’ab yang memang mirip Rasulullah (SAW) itu justeru menjadi penyebab berita bahawa sememangnya Rasulullah telah terbunuh! Hingga membuat pasukan kaum muslimin semakin kacau dan panik

lihat betapa sahabat2 rasulullah berusaha sedaya upaya untuk memanfaatkan hidup mereka untuk mmpertahakan agama Allah!. mereka tahu dan yakin, segala nikmat hidup, anggota yg dipinjamkan oleh Allah paling baik jika di gunakan untuk mempertahankan agama Allah.. KITA???? 

ambil masa ini untuk buat perubahan sebelum terlambat! 

wallahualam..

No comments:

Post a Comment